Sabtu, November 01, 2008

Besarnya Penghargaan

Seorang penjual daging mengamati suasana sekitar tokonya. Ia sangat terkejut melihat seekor anjing datang ke samping tokonya. Ia mengusir anjing itu, tetapi anjing itu kembali lagi. Maka, ia menghampiri anjing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut anjing itu. Ia  mengambil catatan itu dan membacanya, 'Tolong  sediakan 12 sosis dan satu kaki domba. Uangnya ada di  mulut anjing ini.'
Si penjual daging melihat ke mulut anjing itu dan  ternyata ada uang sebesar 10 dollar di sana .Segera ia mengambil  uang itu, kemudian ia memasukkan sosis dan kaki domba ke dalam kantung plastik dan diletakkan kembali di mulut anjing itu. Si penjual daging sangat terkesan. Kebetulan saat itu adalah waktu tutup tokonya, ia menutup tokonya dan berjalan mengikuti si anjing. Anjing  tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat penyeberangan  jalan.
Anjing itu meletakkan kantung plastiknya, melompat dan menekan  tombol penyeberangan, kemudian menunggu  dengan sabar dengan kantung plastik di mulut, sambil menunggu  lampu penyeberang berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging  mengikutinya. Anjing tsb kemudian sampai ke perhentian bus, dan mulai melihat 'Papan informasi jam perjalanan '. Si penjual daging  terkagum-kagum melihatnya. 

Si anjing melihat  'Papan informasi jam perjalanan' dan kemudian duduk disalah satu bangku yang disediakan. Sebuah bus datang,  si anjing menghampirinya dan melihat nomor bus dan kemudian kembali ke tempat  duduknya.
Bus lain datang. Sekali lagi si anjing menghampiri dan melihat nomor busnya. Setelah melihat bahwa bus tersebut adalah bus yang benar, si anjing naik. Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti anjing itu dan naik ke bus  tersebut. Bus berjalan meninggalkan kota, menuju ke pinggiran  kota . Si anjing melihat  pemandangan sekitar.   

Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan tombol agar bus berhenti. Kemudian ia keluar, kantung plastik masih tergantung di mulutnya. Anjing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil dikuti si penjual daging. Si  anjing berhenti pada suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan kantung plastik pada salah satu anak tangga. Kemudian, ia mundur, berlari dan membenturkan dirinya ke pintu.   

Ia mundur, dan kembali membenturkan dirinya ke pintu rumah tsb. Tidak ada  jawaban dari dalam rumah, jadi si anjing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok  kecil dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut. Ia menghampiri jendela dan membenturkan kepalanya beberapa kali, berjalan mundur, melompat balik dan menunggu di pintu. Si penjual daging melihat seorang pria tinggi besar membuka pintu dan mulai menyiksa  anjing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta menyumpahinya.Si penjual  daging berlari untuk menghentikan pria tersebut,   

'Apa yang kau  lakukan ..? Anjing ini  adalah anjing yg jenius. Ia bisa masuk  televisi untuk kejeniusannya.' Pria itu menjawab, 'Kau katakan  anjing ini pintar ...?
Dalam minggu ini sudah dua kali anjing bodoh ini lupa membawa kuncinya ..!

 
 

Mungkin hal serupa pernah terjadi  dalam kehidupan Anda.

Sesuatu yang bagi Anda kurang memuaskan,  mungkin adalah sesuatu yang sangat luar biasa bagi orang lain.

Yang membedakan  hanyalah seberapa besar penghargaan kita.

Pemilik anjing tidak menghargai kemampuan si anjing dan hanya terfokus pada kesalahannya semata,  sehingga menganggapnya anjing yang bodoh. 

Sebaliknya, sang  pemilik toko menganggap anjing tersebut luar biasa pintarnya karena mampu berbelanja sendirian.

Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa setiap harinya kita menghadapi pilihan yang sama.

Kita  punya dua pilihan dalam menghadapi hidup ini,  apakah hendak mengeluh atas berbagai hal yang kurang memuaskan,  atau bersyukur atas  berbagai karunia yang telah kita terima.

Tuhan telah mengkaruniai  Anda dengan 86.400 detik per hari. Sudah adakah yang  Anda gunakan untuk mengucap syukur?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan komentar...

...Terima kasih!